
IN MEMORIAM, PRIME MINISTER KI SONG-RAK AND FAMILY.
Berita duka paling dalam datang dari anggota pejabat kesayangan khalayak, Pejabat Ki Song-rak (49). Pejabat Ki bersama istrinya, Song Mi-rae (47) dan kedua anak laki-lakinya, Ki Min-jae (24) dan Ki Tae-re (20) ditemukan tidak bernyawa secara mengenaskan di kediamannya pada Kamis, 24 April 2008. Polisi memastikan bahwa tidak ada kemungkinan selamat dalam kasus tersebut dikarenakan luka yang diderita para korban cukup mengkhawatirkan. Keempatnya dinyatakan meninggal dua jam setelah ditemukan.Dilansir dari pernyataan pihak kepolisian perihal kasus pembunuhan Pejabat Ki, pelaku ialah Ki Saem-na (18), anak terakhir Pejabat Ki yang berjenis kelamin perempuan. Tidak ada keterangan lanjut ...
... berpuluh-puluh sidang yang telah dilaksanakan pengadilan dengan tujuan menghukum Ki Saem-na, pelaku kasus pembunuhan Pejabat Ki, telah sampai pada titik akhir.
Seumur hidup...
... seumur hidup.
... pelaku, Ki Saem-na, dengan hukuman penjara seumur hidup ...


PRESENT NAME
Takanashi Masuyo
IN KANJI
高梨益世
FORMER NAME
Ki Saem-na
IN HANGUL
기샘나
PLACE, DOB
Jeju-do, 24 April 1990
NATIONALITY
Japanese
ETHNICITY
Asia
GENDER
Female
RELIGION
... ?
SEXUALITY
Prefer not to say
OCCUPATION
Chef & Assassin
AFFILATION
Kaiseki Cove (懐石COVE) restaurant
as founder (owner), located in
Takamatsu, Kagawa, Japan
BLOODLINE
B, rhesus +
ZODIAC SIGN
Taurus
| ♢ SINS | ♤ VIRTUE | ||
|---|---|---|---|
| ▮▮▮▮▮ | PRIDE | HUMILITY | ▯▯▯▯▮ |
| ▮▮▮▮▮ | GREED | CHARITY | ▯▯▯▯▮ |
| ▮▮▯▯▯ | LUST | CHASTITY | ▯▯▯▯▮ |
| ▮▮▯▯▯ | ENVY | GRATITUDE | ▯▮▮▮▮ |
| ▮▯▯▯▯ | GLUTTONY | TEMPERANCE | ▯▮▮▮▮ |
| ▮▮▮▮▯ | WRATH | PATIENCE | ▮▮▮▮▮ |
| ▯▯▯▯▯ | SLOTH | DILIGENCE | ▮▮▮▮▮ |
| INFORMATION | DETAIL |
|---|---|
| HEIGHT | 166 cm (5’5″) |
| WEIGHT | 46 kg (101 lbs) |
| HANDEDNESS | Right-handed |
| HAIR COLOR | Black |
| HAIR LENGTH | Long |
| EYE COLOR | Black |
| SKIN COLOR | Ivory |
| FACE SHAPE | Diamond |
| EYES SHAPE | Double-lid |
| TATTOO | In her right-leg (flower) |
| PIERCINGS | One of each |
| SCARS | On the right upper back, on the left abdomen |
| DEFECT | Right-pinky finger for Yubitsume |
| PHYSICAL/HEALTH | Insomniac, hyperthymesia |
| EATING HABITS | Pollo-vegetarian |
| QUIRKS | Blinking while talking |
| FREQUENLY WORN ACCESORIES | Bracelet, earrings |
| AFRAID OF | Birds |
| ALLERGIES | Flowers |
| LIKES | Alone while looking at the rain |
| DISLIKES | Crowded places |
| SKILLS | Cooking, using knife |
| MEDICATION | Anti-depression |

SUMMARY FOR TAKANASHI MASUYO STORY
(Dibuatnya laman ini adalah dengan tujuan agar pembaca sekalian dapat memahami cerita kompleks milik karakter. Namun tentu saja, versi narasi akan tetap disediakan bagi pembaca yang berminat dan menikmati cerita yang disuguhkan. Akan ada beberapa informasi penting, detail latar dan deskripsi yang diperlukan sebagai penunjang cerita. Penulis sangat terbuka jika beberapa dari anda ingin berdiskusi atau bertanya, terima kasih!)
(konsep cerita terinspirasi dari penggabungan film Kill Bookson (2023), The Menu (2022), Fresh (2022), The Gray Man (2022) [latar belakang karakter] dan imajinasi penulis. Mohon untuk tidak menjiplak atau mencuri.)
| INFORMATION | SUMMARY |
|---|---|
| Jeju-do, 24 April 1990 | Lahirnya Ki Saem-na sebagai anak ketiga atau anak bungsu dari pasangan Ki Song-rak, seorang pejabat, dan Song Mi-rae, seorang ibu rumah tangga biasa. |
| Keluarga Ki (tidak termasuk Ki Saem-na) telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap Song Mi-rae secara fisik maupun psikis. | |
| 24 April 2008 | Ki Saem-na diperkirakan telah membunuh seluruh keluarganya di kediaman Pejabat Ki. |
| Yang sebenarnya terjadi adalah pada hari ulang tahunnya yang ke-18, Ki Saem-na justru yang memberikan hadiah kepada Song Mi-rae, ibunya, yaitu kebebasan dengan membunuh ayah dan kedua kakak laki-lakinya. Namun, ibunya telah ditemukan hampir tidak bernyawa dan pada akhirnya tewas di tempat. | |
| Menjadi kasus paling terkenal di Korea Selatan karena image Pejabat Ki yang dinilai sebagai pejabat yang berperilaku baik dan memiliki kinerja yang bagus untuk pembangunan kota. | |
| September 2009 | Ki Saem-na dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan keluarga Ki dengan hukuman penjara seumur hidup di Korea Selatan tanpa pengajuan banding. |
| 2009 - 2013 | Menjalani masa tahanan, sering berpindah rumah tahanan karena dianggap selalu membuat ona juga mencelakakan penghuni lain. |
| Yang sebenarnya terjadi adalah pertahanan diri yang Ki-Saem-na lakukan untuk bertahan hidup di tempat yang keras seperti penjara. Semua orang tahu tentang kasusnya, dan menganggap Ki Saem-na tak pantas untuk hidup. | |
| Juli 2014 | Pengadilan memutuskan mendeportasi atau memblacklist Ki Saem-na dari Korea Selatan, memindahkannya ke penjara negara lain. |
| Destinasi penjara kali ini adalah penjara yang berada di Hokkaido, Jepang, bernama Penjara Abashiri yang terkenal sebagai penjara paling keji di Jepang. | |
| Februari 2016 | Ki Saem-na bertemu untuk pertama kali dengan Takanashi Fujii yang memiliki tujuan untuk merekrut Ki Saem-na menjadi bagian dari Shinwa-kai. |
| Takanashi Fujii adalah seorang Shingiin dalam silsilah organisasi kriminal yakuza yang perannya berkaitan dengan hukum; seorang pengacara. Takanashi Fujii bekerja di bawah sindikat yakuza Shinwa-kai. |

Shinwa-kai (親和会) adalah keluarga yakuza turun temurun dari keluarga Takanashi yang terdaftar sebagai kelompok yakuza resmi pada bulan Desember 1992, berbasis di Takamatsu, Kagawa di Shikoku, Jepang. Shinwa-kai memakai saat ini diketuai oleh Takanashi Arata sebagai Oyabun atau ayah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam sindikat. Kelompok yakuza ini telah memperluas bisnis ilegal dari penjualan narkoba hingga penjualan manusia serta organnya (human and organ trafficking).Pada tahun 2016, Shinwa-kai membangun sejenis gereja yang mereka sebut sebagai kuarter, tempat dilaksanakannya aliran sesat dan tempat diciptakannya satu agama 'baru' yang mereka namakan sebagai fukyuu-koo atau agama keabadian. Dalam agama tersebut, penganut diajarkan dan meyakini bahwa siapa saja yang memakan daging manusia yang mereka benci, niscaya keabadian akan datang pada mereka. Hamba-nya terdiri dari orang menengah ke atas hingga pejabat atau jendral serta anggota kerajaan Jepang yang memiliki pangkat rendah atau keturunan terakhir dari kerajaan.
Referensi : Yakuza, Shinwa-kai dengan berbagai perubahan yang memungkinkan untuk dilahirkannya sebuah kebijakan.
| INFORMATION | SUMMARY |
|---|---|
| November 2017 | Ki Saem-na setuju dengan tawaran Takanashi Fujii setelah melakukan pendekatan sebanyak 37 kali. |
| Ki Saem-na dibebaskan secara bersyarat dengan jaminan yang cukup besar organisasi. Ia mengganti kewarganegaraannya, memiliki identitas baru sebagai Takanashi Masuyo. | |
| Desember 2017 - Desember 2021 | Takanashi Masuyo dididik mengenai Shinwa-kai, dilatih menjadi mesin pembunuh yang praktis, juga diberi kesempatan untuk belajar dan mengejar lisensi menjadi seorang chef dengan bantuan organisasi. |
| Diperkenalkan juga dengan kuarter dan fukyuu-koo, diberi mandat agar dapat memenuhi permintaan atau menyediakan jasa terkait konsumsi daging manusia. | |
| 2022 | Membangun restoran Kaiseki Cove (懐石COVE) dan menentukan sistem yang dapat diterapkan sesuai dengan permintaan organisasi. |
| Januari 2023 | Restoran Kaiseki Cove (懐石COVE) dibuka dan menjadi terkenal di kalangan orang biasa serta orang-orang khusus yang menginginkan keabadian. |

“KEBENARAN” YANG TERURAI (SEOUL, 2008 HINGGA 2009).
Ada begitu banyak kilatan yang memenuhi pekarangan rumah keluarga Ki di tengah kota Seoul. Sautan serta tanya satu demi satu dilayangkan pada yang dibungkus jaket tebal dengan tujuan menutupi semua darah yang menempel pada wajah, tangan, bahkan pakaian putihnya. Ibu suka sekali warna putih, pikirnya dalam hati. Bersanding dengan senyum yang
bersembunyi di dalam topi yang ia kenakan, bungsu keluarga Ki itu dengan bangga mempersembahkan panggung pertunjukan berdarah milik keluarganya.... telah membunuh kedua saudara laki-laki pelaku, ayah pelaku, juga ibu pelaku.Seolah dirasuki setan bisu, tak ada penyangkalan yang berasal dari mulutnya. Sorot matanya kosong mendengar pengajuan jaksa untuk menghukumnya dengan tuntutan penjara seumur hidup. Orang bilang hukuman itu tidak cukup untuknya karena mereka menginginkan pemenggalan secara terbuka yang disertai amarah membabi buta. Pejabat Ki—ayah si bungsu—adalah orang tersohor yang baik hatinya, berjasa serta pandai membangun kota. Ia dinilai ramah, menjadi pejabat unggulan dan disenangi warga kota. Istrinya cantik, dengan keturunan tampan dan cantik pula. Keluarganya dinilai sebagai keluarga idaman tanpa kecacatan, dikabarkan membuat iri pria nomor satu di negara Ginseng tersebut karena hak suaranya habis digondol Pejabat Ki.Namun sang idaman telah berpulang, menciptakan kesedihan bermalam-malam suntuk dan terlalu sulit dilupakan. Laman berita utama selama sebulan terakhir adalah berita kematian tragisnya disertai istri dan kedua anak lelakinya. Tersisa si bungsu, Ki Saem-na, yang ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan keji pada keluarganya sendiri. Benar, tak ada sangkalan atau perlawanan. Ki Saem-na yang saat itu berusia 18 tahun mengakui kejahatannya.
‘KEHIDUPAN’ SETELAHNYA (SEOUL 2009 HINGGA 2013)
Frasa bahwasanya manusia tidak pernah diberikan ketenangan memang benar adanya. Berita itu meluas bahkan hingga pada tempat terkecil juga tersempit di kota Seoul. Penjara bukanlah tempat ternyaman bagi Ki Saem-na untuk melanjutkan hidup ‘tenang’ nya. Ia harus berjuang, bertahan hidup agar yang semestinya dapat ia terima. Tantangan dan rintangan ia lewati sedemikian rupa, dari sebuah cemooh hingga pukulan
bertubi-tubi. Disebutkan bahwa Ki Saem-na mendapatkannya karena ‘pantas’, bukan karena ‘benar’.Tahun berganti tahun membuatnya sering berganti lapas dikarenakan menjadi sumber keributan penjara. Penjaga yang tak sanggup mengatur bahkan hingga penetap terlama sekalipun seringkali meminta untuk menjauhkan Ki Saem-na dari tempat mereka. Bahkan, hingga penjara terburuk sekalipun tak ada yang dapat mentolerir ‘kesalahan’ yang telah diperbuatnya. Empat tahun lamanya Ki Saem-na tidak diterima oleh manusia sebangsanya. Ia dinilai tak pantas hidup, dan diharapkan membunuh dirinya sendiri agar mengurangi populasi kejahatan manusia. Miris, namun itu bukan sesuatu yang diinginkannya. Ki Saem-na hanya ingin hidup, walau dalam neraka sekalipun.
MENYERAH, LALU TERBUANG (HOKKAIDO, 2014)
Putusan pengadilan sudah bulat. Mengingat banyak permasalahan yang ditimbulkan membuat kriminal Ki Saem-na dideportasi dari Korea, dan dipindahkan ke negara yang bersedia menampung. Jepang menjadi satu-satunya yang merasa ‘berani’ menangani dan menjinakkan Ki Saem-na, sehingga ia ditempatkan pada penjara terburuk dan terkejam sepanjang masa yang berpusat di Hokkaido, Jepang bernama Penjara Abashiri. Salah satu kendala yang nyata dirasakan Ki Saem-na adalah perbedaan bahasa yang cukup kentara, membuatnya justru sering salah bicara dan salah paham. Perundungan akan terus melekat di kehidupannya, walau sedikit berbeda dari negara kelahirannya. Di Korea, Ki Saem-na dibenci karena telah membinasakan sebuah cahaya. Di Jepang, Ki Saem-na dibenci karena tidak bisa membedakan mana daging biasa dan daging asap—yang mana barulah benar ia merasa di neraka.
APAKAH SUDAH SAATNYA HARAPAN ITU DATANG? (2016 HINGGA 2017)
Dua tahun lamanya ia mencoba beradaptasi sebaik mungkin di penjara Abashiri. Saat dirinya sudah merasa terbiasa, seseorang datang menjenguknya. Takanashi Fujii, katanya. Seingatnya, dalam silsilah keluarganya tak ada yang bermarga Takanashi atau keturunan Jepang sekalipun. Maka dari itu, tak heran jika Ki Saem-na merasa tak perlu bertemu dengan siapapun itu yang telah menunggunya di seberang pintu.Namun, rasa penasaran itu selalu hadir. Saat Ki Saem-na bertemu, hanya dua kata yang ia ingat, menghantui malamnya dan mengganggu siangnya; bebas dan mengabdi. Ia diminta untuk mengabdi demi sebuah kebebasan yang terikat. Entah dengan tujuan apa sebuah sindikat yakuza seperti Shinwa-kai ingin ia bergabung dengan kelompok mereka. Maka dari itu, setelah pendekatan selama 37 kali barulah ia menyetujui permintaan organisasi. Pada tahun
2017, Ki Saem-na terdaftar sebagai warga negara Jepang dan berganti nama menjadi Takanashi Masuyo.
KEBEBASAN YANG TERIKAT (2017 HINGGA SEKARANG)
Ia dididik menjadi sesuatu yang diinginkan organisasi, mesin pembunuh yang cukup praktis untuk menjalankan misi yang diperlukan Shinwa-kai. Organisasi yakuza Shinwa-kai berfokus pada human and organ trafficking serta drugs. Mereka juga membuat suatu keyakinan serupa aliran sesat, yang dapat menarik perhatian orang awam hingga pejabat dan pengusaha besar untuk mengabdi pada keyakinan yang mereka ciptakan. Salah satu keyakinan yang diajarkan adalah bagaimana memakan daging manusia adalah sebuah bentuk menuju keabadian. Ki Saem-na yang sekarang telah menjadi Takanashi Masuyo dapat memilih bidang lain yang ia inginkan untuk menutupi tujuan utama organisasi. Ia memilih mendalami bidang pekerjaan chef hingga mendapat sertifikasi resmi, membuat sebuah restoran otentik Jepang dengan Kaiseki cuisine sebagai fokus utama bernama Kaiseki Cove (懐石COVE). Kaiseki Cove (懐石COVE) juga telah dibangun sejak Januari 2023 di Takamatsu dan menjadi salah satu restoran terkenal dengan konsepnya yang menarik juga intimasi yang dapat dirasakan antara chef dan penikmat makanan. Tidak mudah untuk mereservasi tempat ini dan hanya beroperasi pada pergantian sore dan malam.Namun, siapa sangka? Kau bisa meminta ‘menu spesial’ demi sebuah keabadian yang telah dijanjikan.



